Game yang ia pilih untuk kepentingan pengujian ini adalah PUBG Mobile. Salah satu game mobile paling tenar yang pada Desember 2019 lalu telah mencatatkan angka unduhan hingga 600 juta kali. Ia memainkan game ini sepanjang 30 menit pada masing-masing smartphone secara bergantian.
Sebelumnya, ketahui dulu bahwa kedua ponsel ini berjalan pada Mode Performance default dan dimainkan pada suhu ruangan 26-27 celcius. Pengaturan grafisnya pun disetel sama, yakni kualitas "Smooth" dengan Extreme FPS (60), serta Anti-Aliasing dan Auto-adjust yang dinonaktifkan.
Pada mula permainan, Galaxy S20+ masih stabil di 60fps. Namun, pasca 10 menit berlalu, ponsel flagship ini mulai mengalami throttle dengan fps yang anjlok di angka 50. Kondisi ini makin buruk saat Chong sudah memasuki menit ke 20-an. Ponsel andalan Samsung ini makin tak stabil dan bahkan catatkan fps 40. Bagaimana dengan Redmi Note 8 Pro? Ajaibnya, smartphone menengah ini sanggup berjalan pada frame rate yang lebih stabil di angka 60 sepanjang 30 menit dimainkannya.
Menjelang akhir video, Chong Liu juga menampilkan data konsumsi baterai kedua ponsel ini. Baterai Redmi Note 8 Pro yang awalnya 97 persen berkurang menjadi 87 persen dengan temperatur 41,6C. Sementara Galaxy S20+ mengalami penurunan dari 71 persen menjadi 58 persen dengan suhu yang sedikit lebih hangan, yakni 43 derajat celcius.

Xiaomi Redmi Note 8 Pro
Keputusan Samsung yang rutin merilis produk flagship dengan pembagian dua chipset untuk pasar tertentu sudah lama dikeluhkan oleh pengguna. Mereka rata-rata kompak menyuarakan bahwa chipset buatan Samsung tersebut selalu gagal mengungguli atau bahkan menyamai kehebatan Snapdragon series.
Sebelum video ini diunggah pun, Exynos 990 sudah jadi sorotan lantaran maraknya keluhan yang dialamatkan pengguna di berbagai forum. Beberapa pengguna Galaxy S20 Ultra mengeluhkan isu overheating dan baterai yang mudah terkuras. Ada pula laporan yang menyebutkan masalah autofocus pada varian yang ditenagai Exynos 990.
Samsung pasti punya alasan mengapa pihaknya masih meneruskan tradisi untuk merilis ponsel flagship dalam dua varian chipset berbeda. Akan tetapi, Samsung harus menjamin bahwa performa chip buatan mereka sebanding dengan SoC buatan Qualcomm dalam segala aspek. Jika masalah ini tak kunjung selesai, bukan tak mungkin para penggemarnya akan beralih ke ponsel flagship brand lain.
Perbandingan Spesifikasi Produk
![]() | ![]() | |
---|---|---|
Harga Termurah | Rp 10.990.000 | Rp 1.550.000 |
Tanggal rilis | Feb 2020 | Oct 2019 |
CPU | Samsung Exynos 990 (7 nm+) Octa-core - Global Qualcomm SM8250 Snapdragon 865 (7 nm+) Octa-core - USA | MediaTek Helio G90T (11 nm) Octa-core |
OS ver | Android 10.0; One UI 2 | MIUI 10, based on Android 9.0 Pie Supports MI Turbo, Game Turbo 2.0 |
Ukuran Layar | 6.7 inches | 6.53 inches |
Resolusi Layar | Quad HD+ 3200 x 1440 pixels, Dynamic AMOLED 2X | FHD+ 2340 x 1080 pixels |
RAM | 8GB | 6GB, 8GB |
Memori Internal | 128GB | 64GB, 128GB |
Memori Eksternal | microSD up to 1TB | microSD, up to 256GB |
Kamera Belakang | 64MP + 12MP + 12MP + 0.3MP | 64MP + 8MP + 2MP + 2MP |
Kamera Depan | 10MP | 20MP |
Baterai | Non-removable, Li-Po 4.500 mAh Fast Qi/PMA wireless charging 15W Power bank/Reverse wireless charging 9W | Non-removable 4.500 mAh 18W fast charging |